Jumat, 04 Oktober 2013

Human Resources Development



Pengertian HRD adalah singkatan dari Human Resources Development. Dalam ilmu terapannya, HRD biasa disebut sebagai “Personalia” atau “Kepegawaian”. HRD dalam manajemen juga biasa disebut dengan “Human Capitol” atau “Human Resources Management”.
Menurut Raymond A. Noe (2000), "Human Resources Management refers to the policies, practices, and systems that influence amployees behavior, attitudes, and performance”.
Menurut William B. Werther Jr. (1993:10), "The purpose of human resource management is to improve the productive contribution of people to the organization in an ethical and socially responsible way". 
Arti lain dari Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Untuk menjadi HRD yang unggul memiliki langkah – langkah sebagai berikut :
1. HRD unggul mengetahui Tujuan dari HRD itu sendiri
Kira-kira apa tujuan HRD ada di dalam perusahaan? Ada 4 objective yang harus diketahui oleh para HRD, yaitu organizational objective, personal objective, functional objective dan social objective.

2. HRD unggul harus tahu tentang perusahaan dimana anda bekerja
Jika anda bekerja sebagai HRD disebuah perusahaan, tentu anda harus tahu produk atau jasa yang dijual, bisnisproses, yang ada dalam perusahaan, apa kekuatan perusahaan, apa kelemahan perusahaan, apa peluang-peluang yang ada, dan apa ancaman-ancaman yang dihadapi perusahaan anda, artinya anda harus mencoba melakukan SWOT (Strange, Weakness, Opportunity, and Time) analysis terhadap perusahaan anda. Dengan mengetahui SWOT-nya anda akan dapat memperkirakan apa yang sebaiknya anda lakukan sebagai HRD agar perusahaan anda dapat memuwujudkan target-target yang diberikan pimpinan puncak diperusahaan anda.

3. HRD unggul memiliki kompetensi standar sebagai seorang HRD
Apa sajakah kompetensi yang harus dimiliki HRD agar mampu menjadi seorang HRD unggul? Tugas HRD sebagai pengelolaan dari sumber daya manusia yang ideal dalam organisasi atau perusahaan memiliki 10 aspek/pilar/kemampuan :
a. Kompetensi dalam bidang HR Planning
b. Kompetensi dalam bidang Seleksi dan Rekruitmen (Recruitment and Selection)
Seleksi dan rekrutmen bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center.

c. Kompetensi dalam bidang Manajemen Kinerja (Performance Management System)
Penilaian kinerja merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi. Saat ini kami melihat berbagai strategi/metode/sistem penilaian kinerja, namun kami percaya bahwa tanpa eksekusi yang efektif maka strategi/metode/sistem yang sudah disusun akan menjadi sia-sia. Strategi penilaian kinerja yang ideal menurut kami harus dapat menjawab perkalian berikut ini:
Strategic Business Focus x Cascading Accountabilities x High Quality Interactions x Ensured Sustainability = Strategy Realized

d. Kompetensi dalam bidang Kompensasi dan Keuntungan (Compensation and Benefit)
Compensation and Benefit berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.

e. Kompetensi dalam bidang Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development)
Training dan development memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat ini adalah on-the-job training dan coaching disusul training.

f. Kompetensi dalam bidang Perencanaan Karir (Career Planning)
Career Planning bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path) atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer path).

g. Kompetensi dalam bidang Hubungan Karyawan (Employee Relation)
Employee Relation Management biasanya juga berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.

h. Kompetensi dalam bidang Pengelolaan Seluruh Tindakan Pemutusan Hubungan Kerja (Separation Management)
Separation Management adalah fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).

i. Kompetensi dalam bidang Personalia atau Kepegawaian (Personnel Administration)
Personnel Administration yang biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.

j. Kompetensi dalam bidang Hubungan Antar Perusahaan (Industrial Relation)
Selanjutnya akan ada yang namanya HR Specialist dan ada yang namanya HR Generalist. Seorang generalist di tuntut untuk menguasai seluruh bidang yang ada di dalam area HR, dan untuk HR specialist, disamping mengetahui bidang-bidang dalam area HR, biasanya mengusai secara khusus dan dalam satu atau lebih bidang-bidang HR, misalnya specialist dalam Recruitment and Selection, specialist dalam Compensation and Benefit, dst.

4. HRD unggul memiliki 3 kemampuan Self, Task & People Management
Ketiga kemampuan itu adalah Self Management, People Management, Task Management. Seorang HRD unggul harus mampu mengelola dirinya sendiri mampu mengelola orang-orang (karyawan) dan mampu mengelola pekerjaannya dengan baik.

5. HRD unggul memiliki Networking yang baik
Networking sering di artikan jaringan, luasan jangkauan pertemanan, baik teman seprofesi maupun tidak seprofesi. Seorang HRD harus bergabung dalam komunitas HRD yang ada, perkumpulan HRD, mailing list HRD, yang akan memberikan kesempatan sebanyak mungkin untuk dapat saling lebih mengenal antara sesame praktisi HRD. Salah satu mailing list HRD, beralamat di Diskusi-HRD@yahoogroups.com yang secara aktif mengadakan pelatihan-pelatihan HRD setiap harinya, disamping itu HRD forum juga mengadakan sebuah event akbar setahun sekali, yang diberi nama HR BROTHERHOOD. Event akbar ini memiliki tujuan untuk memperkuat networking antar sesame praktisi HRD. Selalu update informasi seputar HRD dan ketenagakerjaan
Seorang HRD harus selalu meng-update informasi-informasi seputar HRD dan ketenagakerjaan, baik melalui training HRD, seminar HRD, symposium HRD, copy darat HRD, mailing-list HRD, Koran, majalah, tabloid dan sebagainya.

6. HRD unggul harus terus belajar
Tidak ada kata terlambat untuk belajar, tidak ada kata berhenti untuk belajar. Terus menerus menambah kompetensi dengan belajar. Belajar tidak harus selalu di dalam kelas, belajar bisa melalui banyak cara, misalnya melalui facebook, twitter, google, social media, yahoo, internet, blog, televise, radio, bulletin, majalah, dsb

Dapat kami simpulkan, bahwa HRD memiliki peran penting di dalam sebuah perusahaan. Istilahnya, jika di dalam sebuah perusahaan tidak memiliki HRD maka untuk mengembangkan perusahaan tersebut akan cukup sulit, HRD disini sebagai ujung tombak dari sebuah perusahaan, yang dimana tugas terpenting dari HRD itu sendiri adalah “Developing People” (mengembangkan potensi SDM atau pegawai). Adapun rumus dalam mengembangkan potensi manusia adalah :
“Daripada terus menerus memperbaiki kelemahan, lebih baik mengembangkan kemampuan”
            Rata-rata manusia atau pegawai ingin lebih baik dari sebelumnya, sehingga para pegawai terus mempebaiki kesalahan dan kekurangan mereka ketika mereka merasa belum menghasilkan nilai atau hasil yang terbaik dari apa yg telah mereka kerjakan. Padahal alangkah lebih baiknya ketika para pegawai mengembangkan potensinya dan tidak terus berkerucut pada perbaikan, tapi lebih pada pengembangan karena kepuasan dan perfectionis itu tidak akan terjamah ketika hanya memperbaiki, melaikan karena pengembangan. Pengembangan potensi itu akan meningkatkan dan menggagas potensi-potensi yang terbunuh oleh perbaikan satu pandangan.

Sumber :
           



0 komentar:

Posting Komentar