Pengertian
HRD adalah singkatan dari Human Resources Development. Dalam ilmu terapannya,
HRD biasa disebut sebagai “Personalia” atau “Kepegawaian”. HRD dalam
manajemen juga biasa disebut dengan “Human Capitol” atau “Human Resources
Management”.
Menurut
Raymond A. Noe (2000), "Human Resources Management refers to the policies,
practices, and systems that influence amployees behavior, attitudes, and
performance”.
Menurut
William B. Werther Jr. (1993:10), "The purpose of human resource
management is to improve the productive contribution of people to the
organization in an ethical and socially responsible way".
Arti
lain dari Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu
proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh,
manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi
atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit
yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia. Manajemen
sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu prosedur yang
berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan
dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang
tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Untuk
menjadi HRD yang unggul memiliki langkah – langkah sebagai berikut :
1.
HRD unggul mengetahui Tujuan dari HRD itu sendiri
Kira-kira
apa tujuan HRD ada di dalam perusahaan? Ada 4 objective yang harus diketahui
oleh para HRD, yaitu organizational objective, personal objective, functional
objective dan social objective.
2.
HRD unggul harus tahu tentang perusahaan dimana anda bekerja
Jika
anda bekerja sebagai HRD disebuah perusahaan, tentu anda harus tahu produk atau
jasa yang dijual, bisnisproses, yang ada dalam perusahaan, apa kekuatan
perusahaan, apa kelemahan perusahaan, apa peluang-peluang yang ada, dan apa
ancaman-ancaman yang dihadapi perusahaan anda, artinya anda harus mencoba
melakukan SWOT (Strange, Weakness, Opportunity, and Time) analysis terhadap
perusahaan anda. Dengan mengetahui SWOT-nya anda akan dapat memperkirakan apa
yang sebaiknya anda lakukan sebagai HRD agar perusahaan anda dapat memuwujudkan
target-target yang diberikan pimpinan puncak diperusahaan anda.
3.
HRD unggul memiliki kompetensi standar sebagai seorang HRD
Apa
sajakah kompetensi yang harus dimiliki HRD agar mampu menjadi seorang HRD
unggul? Tugas HRD sebagai pengelolaan dari sumber daya manusia yang ideal dalam
organisasi atau perusahaan memiliki 10 aspek/pilar/kemampuan :
a.
Kompetensi dalam bidang HR Planning
b.
Kompetensi dalam bidang Seleksi dan Rekruitmen (Recruitment and Selection)
Seleksi
dan rekrutmen bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui
penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di
posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan
baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi
ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi
kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat
bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun
assessment center.
c.
Kompetensi dalam bidang Manajemen Kinerja (Performance Management System)
Penilaian
kinerja merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang
diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar performance management
bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja
para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi.
Saat ini kami melihat berbagai strategi/metode/sistem penilaian kinerja, namun
kami percaya bahwa tanpa eksekusi yang efektif maka strategi/metode/sistem yang
sudah disusun akan menjadi sia-sia. Strategi penilaian kinerja yang ideal
menurut kami harus dapat menjawab perkalian berikut ini:
Strategic
Business Focus x Cascading Accountabilities x High Quality Interactions x
Ensured Sustainability = Strategy Realized
d.
Kompetensi dalam bidang Kompensasi dan Keuntungan (Compensation and Benefit)
Compensation
and Benefit berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh
kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.
e.
Kompetensi dalam bidang Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development)
Training
dan development memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam
organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan
sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat
dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai
Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat
ini adalah on-the-job training dan coaching disusul training.
f.
Kompetensi dalam bidang Perencanaan Karir (Career Planning)
Career
Planning bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi
seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur
karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu
kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh
kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun
dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir
dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path) atau
bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer
path).
g.
Kompetensi dalam bidang Hubungan Karyawan (Employee Relation)
Employee
Relation Management biasanya juga berfungsi sebagai internal PR bagi setiap
kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi
ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai
aspek dalam organisasi.
h.
Kompetensi dalam bidang Pengelolaan Seluruh Tindakan Pemutusan Hubungan Kerja (Separation
Management)
Separation
Management adalah fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan
kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun,
habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll),
atau early retirement (pensiun sebelum masanya).
i.
Kompetensi dalam bidang Personalia atau Kepegawaian (Personnel Administration)
Personnel
Administration yang biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah
fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini
bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit
lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.
j.
Kompetensi dalam bidang Hubungan Antar Perusahaan (Industrial Relation)
Selanjutnya
akan ada yang namanya HR Specialist dan ada yang namanya HR Generalist. Seorang
generalist di tuntut untuk menguasai seluruh bidang yang ada di dalam area HR,
dan untuk HR specialist, disamping mengetahui bidang-bidang dalam area HR,
biasanya mengusai secara khusus dan dalam satu atau lebih bidang-bidang HR,
misalnya specialist dalam Recruitment and Selection, specialist dalam
Compensation and Benefit, dst.
4.
HRD unggul memiliki 3 kemampuan Self, Task & People Management
Ketiga
kemampuan itu adalah Self Management, People Management, Task Management.
Seorang HRD unggul harus mampu mengelola dirinya sendiri mampu mengelola
orang-orang (karyawan) dan mampu mengelola pekerjaannya dengan baik.
5.
HRD unggul memiliki Networking yang baik
Networking
sering di artikan jaringan, luasan jangkauan pertemanan, baik teman seprofesi
maupun tidak seprofesi. Seorang HRD harus bergabung dalam komunitas HRD yang
ada, perkumpulan HRD, mailing list HRD, yang akan memberikan kesempatan
sebanyak mungkin untuk dapat saling lebih mengenal antara sesame praktisi HRD.
Salah satu mailing list HRD, beralamat di Diskusi-HRD@yahoogroups.com yang
secara aktif mengadakan pelatihan-pelatihan HRD setiap harinya, disamping itu
HRD forum juga mengadakan sebuah event akbar setahun sekali, yang diberi nama
HR BROTHERHOOD. Event akbar ini memiliki tujuan untuk memperkuat networking
antar sesame praktisi HRD. Selalu update informasi seputar HRD dan
ketenagakerjaan
Seorang
HRD harus selalu meng-update informasi-informasi seputar HRD dan
ketenagakerjaan, baik melalui training HRD, seminar HRD, symposium HRD, copy
darat HRD, mailing-list HRD, Koran, majalah, tabloid dan sebagainya.
6.
HRD unggul harus terus belajar
Tidak
ada kata terlambat untuk belajar, tidak ada kata berhenti untuk belajar. Terus
menerus menambah kompetensi dengan belajar. Belajar tidak harus selalu di dalam
kelas, belajar bisa melalui banyak cara, misalnya melalui facebook, twitter,
google, social media, yahoo, internet, blog, televise, radio, bulletin,
majalah, dsb
Dapat
kami simpulkan, bahwa HRD memiliki peran penting di dalam sebuah perusahaan. Istilahnya,
jika di dalam sebuah perusahaan tidak memiliki HRD maka untuk mengembangkan
perusahaan tersebut akan cukup sulit, HRD disini sebagai ujung tombak dari
sebuah perusahaan, yang dimana tugas terpenting dari HRD itu sendiri adalah “Developing
People” (mengembangkan potensi SDM atau pegawai). Adapun rumus dalam
mengembangkan potensi manusia adalah :
“Daripada
terus menerus memperbaiki kelemahan, lebih baik mengembangkan kemampuan”
Rata-rata manusia atau pegawai ingin
lebih baik dari sebelumnya, sehingga para pegawai terus mempebaiki kesalahan
dan kekurangan mereka ketika mereka merasa belum menghasilkan nilai atau hasil
yang terbaik dari apa yg telah mereka kerjakan. Padahal alangkah lebih baiknya
ketika para pegawai mengembangkan potensinya dan tidak terus berkerucut pada
perbaikan, tapi lebih pada pengembangan karena kepuasan dan perfectionis itu
tidak akan terjamah ketika hanya memperbaiki, melaikan karena pengembangan.
Pengembangan potensi itu akan meningkatkan dan menggagas potensi-potensi yang
terbunuh oleh perbaikan satu pandangan.
Sumber
:

0 komentar:
Posting Komentar