Selasa, 29 Oktober 2013

Knowledge Management




Definisi
Knowledge Management merupakan suatu paradigma pengelolaan pengetahuan yang berasal dari pemikiran bahwa pengetahuan yang murni tertanam dalam benak dan pikiran setiap manusia.
Manajemen Pengetahuan bukan , " hal teknologi " atau , " hal komputer " Jika kita menerima premis bahwa manajemen pengetahuan berkaitan dengan seluruh proses penemuan dan penciptaan pengetahuan , penyebaran pengetahuan , dan pemanfaatan pengetahuan maka kita yang sangat didorong untuk menerima bahwa manajemen pengetahuan adalah jauh lebih dari sebuah " teknologi hal " dan bahwa unsur-unsur itu ada dalam setiap pekerjaan kami .
Knowledge Management (KM) adalah ungkapan yang menggambarkan serangkaian strategi, sistem dan teknik yang digunakan oleh individu, team dan korporasi untuk mengelola 'knowledge'.


Bentuk KM
Bagi banyak praktisi KM, 'knowledge' lebih cenderung diartikan sebagai 'pemahaman', 'insights' atau 'experience' subjective yang diperoleh seseorang ketika mempraktekkan sebuah informasi dalam realita. Knowledge ini kemudian umumnya dibakukan dalam bentuk proses bisnis, praktek, peraturan ataupun bentuk dokumentasi lain.


Validasi KM
Sesuai dengan sifat 'knowledge' yang demikian subjective, validasi sebuah 'individual knowledge' menjadi 'collective knowledge' hanya bisa tercapai jika terbangun proses knowledge sharing tukar menukar individual knowledge. Collective knowledge yang tervalidasi dan terdokumentasi adalah sumber kekuatan dalam konteks korporasi.


Aspek Penting KM
1.  Creative
Pengetahuan dan informasi keduanya di dasar kreativitas. Sangat sering kita tidak menyadari berapa banyak yang kita ketahui atau seberapa banyak kita dapat membuat, karena kurangnya motivasi , waktu atau alat untuk membimbing kita dalam berlatih kreativitas, setiap kali lebih rumit dan menantang.
Penelitian ilmiah telah berorientasi terhadap pengembangan kreativitas sebagai sebuah proses pendidikan , bahkan dalam bisnis . Teknik untuk mendukung kreativitas adalah perangkat lunak berbasis manajemen pengetahuan : model kecerdasan buatan , pengolahan ide , sistem informasi , dll ) Alat ini digunakan dengan generasi kreativitas tujuan dan promosi , melanggar skema diawali , merangsang imajinasi dan , tergantung pada metode , memperbaiki lingkungan di mana ide kreatif yang dihasilkan . Dalam sebuah perusahaan ( atau organisasi lain ) adalah penting untuk menggabungkan kreativitas staf dalam organisasi proses dan strategi .

2.  Spesific Skill
Spesific Skill adalah seseorang yang mempunyai keahlian khusus dalam sebuah bidang yang di peroleh dari pelatihan khusus/pendidikan khusus.  Dia juga mempunyai wawasan yang mana wawasan itu lebih dia dalami dan pelajari lagi, sehingga dia pun menjadi spesialis dalam bidang yang dia kaji dan pelajari itu.
Persaingan di dalam dunia kerja dan dunia bisnis semakin sengit dan panas seiring berotasinya jaman. Orang yang termasuk mempunyai skill diatas rata-ratalah yang akan bertahan dengan Keahlian khusus fokus pada bidangnya.

3.  Multi Tasking
Multitasking adalah pemrosesan beberapa tugas pada waktu yang bersamaan. Sebagai contoh, jika seseorang sedang menyetir, bertelepon lewat ponsel, dan sambil merokok secara bersamaan, maka orang tersebut melakukan multitasking.
Misalnya, untuk menduduki suatu jabatan maka dibutuhkan seseorang dengan kapabilitas yang memadai. Si A tidak memiliki kapabilitas yang cukup untuk melaksanakan tugas itu, dan si B lebih kapabel. Jadi apakah kapabilitas itu ? Kapabilitas sebenarnya mengandung dua unsur kata, yaitu kapasitas dan abilitas. Kapasitas seorang karyawan ditunjukkan oleh kemampuannya dalam menangani sejumlah volume tertentu pekerjaan. Sedangkan abilitas atau kecakapan ditunjukkan oleh kemampuan karyawan menghadirkan suatu kualitas proses dan hasil dari pekerjaan. Jika abilitas biasanya lebih mengarah ke sisi teknis pelaksanaan pekerjaan, maka kapasitas biasanya lebih mengarah ke sisi manajerialnya.
Untuk bisa menangani volume pekerjaan yang lebih besar, seseorang harus optimal dalam pemanfaatan waktu yang dimilikinya. Salah satu caranya yaitu dengan cara bekerja multitasking. Dengan kemampuan multitasking yang baik, seorang karyawan akan mampu menangani beberapa pekerjaan atau tugas sekaligus dalam rentang waktu yang sama, baik secara perseorangan ataupun bersama tim yang dipimpinnya. Memiliki tim yang besar, meskipun dilengkapi dengan banyak subtim di dalamnya, tidak menjamin mampu menyelesaikan banyak ragam pekerjaan dengan volume yang besar. Hanya mengandalkan kemampuan individu pemimpin dalam bermultitasking juga tidak banyak membantu tanpa kesiapan tim untuk diajak bermultitasking. Pada level tim, pemimpin perlu memiliki kemampuan juga dalam hal menciptakan kondisi tim yang kondusif untuk mendukung proses multitasking.


Era Conceptual / Inovasi
Perkembangan ekonomi dunia kini telah jauh berkembang. Era Agraris, telah dibuat produktif oleh Era Industri, yang dibuat efisien oleh Era Informasi, dan kini dibuat kompetitif oleh era Conceptual/Inovasi. Untuk tetap kompetitif dan bertahan di era Conceptual/Inovasi, perusahaan perlu secara ketat dan terstruktur mengembangkan sistem KM sebagai tulang punggung dari strategi SDM yang ada.
Yang diperlukan oleh korporasi umumnya bukanlah jumlah SDM, tapi kualitas knowledge & kapabilitas dari SDM tsb (dalam kata lain: apalah artinya punya banyak SDM di dalam daftar gaji bulanan tapi SDM tsb tidak ada gunanya untuk menjaga daya saing perusahaan)


Teknik-Teknik KM
Ada banyak teknik KM klasik yang sering disebut seperti
·         knowledge harvesting
·         community of practice
·         after action review
·         best practice


Sistem & Teknologi KM
Hampir semua teknologi ICT, yang berubah begitu cepat tiap harinya, pada esensinya adalah mendukung implementasi KM. Tantangan utama bagi CEO adalah bagaimana memformulasikan sistem & teknologi KM yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, prioritas dan level integrasi knowledge yang diperlukan.


Realita Informal KM
Semua organisasi melakukan KM baik secara sadar maupun tidak. Masalahnya ialah ketika KM dikelola dengan tidak terencana, tertata dan terintegrasi secara full dengan strategi bisnis secara umum (seperti HR, IT, RM, TQM, SM, produksi, dst) maka akan timbul inefektifitas dan ineffisiensi di semua lini. Ketika kondisi ini dihadapkan dengan tingginya persaingan dunia, maka korporasi yang tidak begitu peduli soal KM akan cenderung tertatih dan tertinggal dalam persaingan.


Explicit and tacit
Tanpa pertanyaan, perbedaan yang paling penting dalam KM adalah antara pengetahuan explicit dan tacit. Namun, saya menemukan bahwa dimensi tertanam adalah tambahan yang berharga, karena persyaratan manajerial untuk jenis pengetahuan yang sangat berbeda. Untuk alasan ini, diskusi mengenai situs ini akan, apabila relevan, menggunakan semua tiga kategorisasi pengetahuan tetapi fokus akan selalu terutama pada dimensi explicit dan tacit.




0 komentar:

Posting Komentar